Larangan laki-laki menyerupai wanita & wanita menyerupai laki-laki

Laki-laki yang sengaja menyerupai wanita dalam berpakaian, berdandan, bertingkah laku, berbicara, bergaya dan sebagainya adalah haram. Demikian pula wanita yang menyerupai laki-laki, berdasarkan hadits-hadits sebagai berikut :

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رض قَالَ: لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ ص اْلمُتَشَبّهِيْنَ مِنَ الرّجَالِ بِالنّسَاءِ وَ اْلمُتَشَبّهَاتِ مِنَ النّسَاءِ بِالرّجَالِ. البخارى 7: 55

Dari Ibnu ‘Abbas RA, ia berkata, “Rasulullah SAW mela’nat orang laki-laki yang menyerupai wanita dan para wanita yang menyerupai laki-laki”. [HR. Bukhari juz 7, hal. 55]

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ النَّبِيّ ص اَنَّهُ لَعَنَ اْلمُتَشَبّهَاتِ مِنَ النّسَاءِ بِالرّجَالِ، وَ اْلمُتَشَبّهِيْنَ مِنَ الرّجَالِ بِالنّسَاءِ. ابو داود 4: 60، رقم: 4097

Dari Ibnu ‘Abbas, dari Nabi SAW, bahwasanya beliau mela’nat wanita yang menyerupai laki-laki dan laki-laki yang menyerupai wanita. [HR. Abu Dawud juz 4, hal. 60, no. 4097]

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: لَعَنَ النَّبِيُّ ص اْلمُخَنَّثِيْنَ مِنَ الرّجَالِ وَ اْلمُتَرَجّلاَتِ مِنَ النّسَاءِ. وَ قَالَ: اَخْرِجُوْهُمْ مِنْ بُيُوْتِكُمْ. البخارى 7: 55

Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata : Rasulullah SAW mela’nat para laki-laki yang bergaya seperti wanita dan para wanita yang bergaya seperti laki-laki. Dan beliau bersabda, “Keluarkanlah mereka dari rumah-rumah kalian”. [HR. Bukhari juz 7, hal. 55]

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ ص الرَّجُلَ يَلْبَسُ لِبْسَةَ اْلمَرْأَةِ، وَ اْلمَرْأَةَ تَلْبَسُ لِبْسَةَ الرَّجُلِ. ابو داود 4: 60، رقم: 4098

Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Rasulullah SAW mela’nat orang laki-laki yang memakai pakaian wanita, dan wanita yang memakai pakaian laki-laki”. [HR. Abu Dawud juz 4, hal. 60, no. 4098].

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ اَنَّ امْرَأَةً مَرَّتْ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ ص مُتَقَلّدَةً قَوْسًا، فَقَالَ النَّبِيُّ ص: لَعَنَ اللهُ اْلمُتَشَبّهَاتِ مِنَ النّسَاءِ بِالرّجَالِ وَ اْلمُتَشَبّهِيْنَ مِنَ الرّجَالِ بِالنّسَاءِ. الطبرانى فى الاوسط 5: 14، رقم: 4015

Dari Ibnu ‘Abbas, bahwasanya ada seorang wania berselempang busur panah lewat di depan Rasulullah SAW, maka Nabi SAW bersabda, “Allah mela’nat para wanita yang menyerupai laki-laki dan para laki-laki yang menyerupai wanita”. [HR. Thabraniy dalam Al-Ausath, juz 5, hal. 14, no. 4015, hadits ini dla’if karena dalam sanadnya ada perawi bernama ‘Ali bin Sa’id Ar-Raaziy]

عَنْ رَجُلٍ مِنْ هُذَيْلٍ قَالَ: رَأَيْتُ عَبْدَ اللهِ بْنَ عَمْرِو بْنِ اْلعَاصِ، وَ مَنْزِلُهُ فِى اْلحِلّ، وَ مَسْجِدُهُ فِى اْلحَرَمِ قَالَ: فَبَيْنَا اَنَا عِنْدَهُ رَأَى اُمَّ سَعِيْدٍ اِبْنَةَ اَبِى جَهْلٍ مُتَقَلّدَةً قَوْسًا، وَ هِيَ تَمْشِى مِشْيَةَ الرَّجُلِ، فَقَالَ عَبْدُ اللهِ: مَنْ هذِهِ؟ قَالَ اْلهُذَلِيُّ فَقُلْتُ: هذِهِ اُمُّ سَعِيْدٍ بِنْتُ اَبِى جَهْلٍ، فَقَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: لَيْسَ مِنَّا مَنْ تَشَبَّهَ بِالرّجَالِ مِنَ النّسَاءِ، وَ لاَ مَنْ تَشَبَّهَ بِالنّسَاءِ مِنَ الرّجَالِ. احمد 2: 640، رقم: 6892

Dari seorang laki-laki suku Hudzail ia berkata : Saya pernah melihat Abdullah bin Amr bin ‘Ash RA, orang tersebut rumahnya di tanah halal sedang masjidnya di tanah haram. Orang tersebut berkata : Pada suatu ketika saya sedang berada di sisinya, kemudian dia (Abdullah bin ‘Amr) melihat Ummu Sa’id binti Abu Jahal berselempang busur panah berjalan seperti berjalannya orang laki-laki, lalu Abdullah (bin Amr) bertanya : “Siapa wanita ini ?”. Orang dari Hudzail itu berkata : Lalu aku menjawab : “Ini Ummu Sa’id binti Abu Jahal”. Lalu ‘Abdullah bin ‘Amr berkata : Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Bukan dari golongan kita wanita yang menyerupai laki-laki dan laki-laki yang menyerupai wanita”. [HR. Ahmad juz 2, hal. 640, no. 6892, dla’if karena dalam sanadnya ada perawi yang tidak disebutkan namanya]

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ اَنَّ النَّبِيَّ ص اُتِيَ بِمُخَنَّثٍ قَدْ خَضَبَ يَدَيْهِ وَ رِجْلَيْهِ بِاْلحِنَّاءِ، فَقَالَ النَّبِيُّ ص: مَا بَالُ هذَا؟ فَقِيْلَ، يَا رَسُوْلَ اللهِ، يَتَشَبَّهُ بِالنّسَاءِ، فَأُمِرَ فَنُفِيَ اِلَى النَّقِيْعِ فَقَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، اَلاَ نَقْتُلُهُ؟ فَقَالَ: اِنّى نُهِيْتُ عَنْ قَتْلِ اْلمُصَلّيْنَ. ابو داود 4: 282، 4928

Dari Abu Hurairah bahwasanya dibawa kepada Nabi SAW seorang laki-laki yang berlagak seperti wanita, dia memberi warna dengan hinna’ (quitec) pada (kuku-kuku) kedua tangan dan kakinya. Maka Rasulullah SAW bertanya : “Kenapa orang ini ?” Ada sahabat yang menjawab, “Ya Rasulullah, orang laki-laki itu berlagak seperti wanita”. Lalu diperintahkan (oleh Rasulullah) supaya orang tersebut diasingkan ke Naqi’ (suatu tempat di daerah Muzainah, perjalanan dua malam dari Madinah), lalu ditanyakan kepada beliau, “Ya Rasulullah, apakah tidak kita bunuh saja orang itu ?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya aku dilarang membunuh orang-orang yang shalat”. [HR. Abu Dawud juz 4, hal. 282, no. 4928]

Larangan wanita menyambung rambut, mencukur alis, menjarangkan gigi, dan bertatto. Islam melarang para wanita menyambung rambut, mencabut bulu dahi atau mencukur alis, mengikir giginya supaya jarang dan kelihatan cantik, dan wanita yang mencacah (bertatto), berdasar hadits-hadits sebagai berikut :

عَنْ عَائِشَةَ رض اَنَّ جَارِيَةً مِنَ اْلاَنْصَارِ تَزَوَّجَتْ وَ اَنَّهَا مَرِضَتْ فَتَمَعَّطَ شَعَرُهَا، فَاَرَادُوْا اَنْ يَصِلُوْهَا، فَسَأَلُوا النَّبِيَّ ص، فَقَالَ: لَعَنَ اللهُ اْلوَاصِلَةَ وَ اْلمُسْتَوْصِلَةَ. البخارى 7: 62

Dari ‘Aisyah RA, bahwasanya ada seorang wanita Anshar menikah, dan ia terserang penyakit sehingga rambutnya rontok. Lalu keluarganya ingin menyambung rambutnya, maka mereka bertanya kepada Nabi SAW, maka Nabi SAW bersabda : “Allah mela’nat wanita yang menyambung rambut dan wanita yang minta disambung rambutnya”. [HR. Bukhari juz 7, hal. 62]

عَنْ اَسْمَاءَ قَالَتْ: سَأَلَتِ امْرَأَةٌ النَّبِيَّ ص فَقَالَتْ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، اِنَّ ابْنَتِى اَصَابَتْهَا اْلحَصْبَةُ فَامَّرَقَ شَعَرُهَا، وَ اِنّى زَوَّجْتُهَا، اَفَأَصِلُ فِيْهِ؟ فَقَالَ: لَعَنَ اللهُ اْلوَاصِلَةَ وَ اْلمَوْصُوْلَةَ. البخارى 7: 63

Dari Asma’, ia berkata : Ada seorang wanita bertanya kepada Nabi SAW. Ia berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya anak perempuan saya terkena sakit panas sehingga rambutnya rontok, dan saya telah menikahkannya. Apakah boleh saya sambung rambutnya ?”. Maka Rasulullah SAW bersabda, “Allah mela’nat wanita yang menyambung rambut dan wanita yang disambung rambutnya”. [HR. Bukhari juz 7, hal. 63]

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رض قَالَ: لَعَنَ النَّبِيُّ ص اْلوَاصِلَةَ وَ اْلمُسْتَوْصِلَةَ، وَ اْلوَاشِمَةَ وَ اْلمُسْتَوْشِمَةَ. البخارى 7: 63

Dari Ibnu Umar RA ia berkata, “Nabi SAW mela’nat wanita yang menyambung rambut dan wanita yang minta disambung rambutnya, (dan mela’nat) wanita yang mencacah (mentatto) dan wanita yang minta dicacah (ditatto)”. [HR. Bukhari juz 7, hal. 63].

عَنْ اَسْمَاءَ بِنْتِ اَبِى بَكْرٍ قَالَتْ: لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ ص اْلوَاصِلَةَ وَ اْلمُسْتَوْصِلَةَ. البخارى 7: 62

Dari Asma’ binti Abu Bakar, ia berkata, “Rasulullah SAW mela’nat wanita yang menyambung rambut dan wanita yang minta disambung rambutnya”. [HR. Bukhari juz 7, hal. 62].

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: لُعِنَتِ اْلوَاصِلَةُ وَ اْلمُسْتَوْصِلَةُ وَ النَّامِصَةُ وَ اْلمُتَنَمّصَةُ وَ اْلوَاشِمَةُ وَ اْلمُسْتَوْشِمَةُ مِنْ غَيْرِ دَاءٍ. ابو داود 4: 78، رقم: 4170

Dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Telah dila’nat wanita yang menyambung rambut dan wanita yang minta disambung rambutnya, wanita yang mencabut bulu dahi (atau ngerik alis) dan wanita yang dicabut bulu dahinya (atau dikerik alisnya) dan wanita yang mencacah (mentatto) dan wanita yang minta dicacah (ditatto) bukan karena sakit”. [HR. Abu Dawud juz 4, hal. 78, no. 4170].

عَنِ عَلْقَمَةَ قَالَ: لَعَنَ عَبْدُ اللهِ اْلوَاشِمَاتِ وَ اْلمُتَنَمّصَاتِ وَ اْلمُتَفَلّجَاتِ لِلْحُسْنِ اْلمُغَيّرَاتِ خَلْقَ اللهِ، فَقَالَتْ اُمُّ يَعْقُوْبَ: مَا هذَا؟ قَالَ عَبْدُ اللهِ: وَ مَا لِى لاَ اَلْعَنُ مَنْ لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ ص وَ فِى كِتَابِ اللهِ. قَالَتْ: وَ اللهِ لَقَدْ قَرَأْتُ مَا بَيْنَ لَوْحَيْنِ فَمَا وَجَدْتُهُ. قَالَ: وَ اللهِ، َلاِنْ قَرَأْتِيْهِ وَجَدْتِيْهِ: وَ مَا آتَاكُمُ الرَّسُوْلُ فَخُذُوْهُ، وَ مَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوْا. البخارى 7: 63

Dari ‘Alqamah ia berkata : ‘Abdullah (bin Mas’ud) mela’nat wanita-wanita yang mencacah (mentatto) dan mela’nat wanita-wanita yang dicabut bulu dahinya (atau dikerik alisnya) dan wanita-wanita yang menjarangkan giginya supaya cantik, yaitu para wanita yang mengubah ciptaan Allah”. Lalu Ummu Ya’qub berkata (kepada Ibnu Mas’ud) “Apa ini ?”. Maka ‘Abdullah bin Mas’ud berkata, “Mengapa aku tidak boleh mela’nat kepada orang yang dila’nat oleh Rasulullah SAW sedangkan di dalam kitab Allah (sudah dijelaskan). Wanita itu berkata, “Demi Allah, sungguh aku telah baca semuanya, tetapi aku tidak mendapatinya”. ‘Abdullah (bin Mas’ud) berkata, “Demi Allah, kalau kamu membacanya, pasti kamu mendapatinya”. (Allah Ta’ala berfirman yang artinya), “Apa yang didatangkan oleh Rasul kepada kalian, maka terimalah dia, dan apa yang dilarang oleh Rasul kepada kalian, maka tinggalkanlah”. (Al-Hasyr : 7). [HR. Bukhari juz 7, hal. 63].

عَنْ عَبْدِ اللهِ قَالَ: لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ ص اَلْوَاشِمَاتِ وَ اْلمُوْتَشِمَاتِ وَ اْلمُتَنَمّصَاتِ وَ اْلمُتَفَلّجَاتِ ِللْحُسْنِ اْلمُغَيّرَاتِ. النسائى 8: 146

Dari ‘Abdullah (bin Mas’ud), ia berkata : Rasulullah SAW mela’nat wanita yang mentatto dan wanita yang minta ditatto, wanita yang mencabut bulu dahinya (mengerik alisnya) dan wanita yang menjarangkan giginya supaya cantik, yaitu para wanita yang merubah ciptaan Allah”. [HR. An-Nasaiy juz 8, hal. 146]

 عَنْ سَعِيْدِ بْنِ اْلمُسَيَّبِ قَالَ: قَدِمَ مُعَاوِيَةُ اْلمَدِيْنَةَ فَخَطَبَنَا، وَ اَخْرَجَ كُبَّةً مِنْ شَعَرٍ، فَقَالَ: مَا كُنْتُ أُرَى اَنَّ اَحَدًا يَفْعَلُهُ اِلاَّ اْليَهُوْدَ. اِنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص بَلَغَهُ فَسَمَّاهُ الزُّوْرَ. مسلم 4: 1680

Dari Sa’id bin Musayyab, ia berkata, Mu’awiyah datang di Madinah lalu berkhutbah kepada kami, dia mengeluarkan seikat rambut lalu berkata : “Aku tidak pernah melihat seorang pun yang berbuat demikian ini kecuali orang-orang Yahudi. Sesungguhnya Rasulullah SAW ketika hal itu sampai kepada beliau, menamakannya dengan Az-zuur (kepalsuan). [HR. Muslim juz 4, hal. 1680] Tentang wanita mencukur (menggundul) rambut kepalanya

عَنْ خِلاَسِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ عَلِيّ قَالَ، نَهَى رَسُوْلُ اللهِ ص اَنْ تَحْلِقَ اْلمَرْأَةُ رَأْسَهَا. الترمذى 2: 198، رقم: 917

Dari Khilas bin ‘Amr dari ‘Ali, ia berkata, “Rasulullah SAW melarang wanita mencukur (menggundul) rambut kepalanya”. [HR Tirmidzi juz 2, hal. 198, no. 917, hadits ini juga diriwayatkan oleh Nasai juz 8, hal. 130, hadits ini dla’if, karena dalam sanadnya ada perawi bernama Muhammad bin Musa Al-Harasyi].

عَنْ عَائِشَةَ اَنَّ النَّبِيَّ ص نَهَى اَنْ تَحْلِقَ اْلمَرْأَةُ رَأْسَهَا. الترمذى 2: 198، رقم: 918

Dari ‘Aisyah bahwasanya Nabi SAW melarang wanita mencukur (menggundul) rambut kepalanya. [HR. Tirmidzi juz 2, hal. 198, no. 918, hadits ini munqathi’ karena Qatadah bin Da’amah tidak bertemu dengan ‘Aisyah].

عَنْ خِلاَسِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ: نَهَى رَسُوْلُ اللهِ ص اَنْ تَحْلِقَ اْلمَرْأَةُ رَأْسَهَا. الترمذى 2: 198، رقم: 918

Dari Khilas bin ‘Amr, ia berkata, “Rasulullah SAW melarang wanita mencukur (menggundul) rambut kepalanya”. [HR. Tirmidzi, juz 2, hal. 198, no. 918, hadits ini mursal, karena Khilas bin ‘Amr tidak bertemu dengan Nabi SAW].

Bersambung…….

[ Brosur Ahad, 03 Januari 2010/17 Muharram 1431 ]